wptemplates.org
RSS Feed

Jumat, 13 Agustus 2010

Kapan Boleh Menggunakan Pasta Gigi?

Sabtu, 14 Agustus 2010 - 12:06 wib


BANGUN tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi ku tolong ibu
Membersihkan tempat tidurku
Lirik lagu di atas mungkin sangat familiar bagi kita di masa kanak-kanak. Di balik lirik syairnya yang sederhana dan mudah dihafal, ada penjelasan ilmiah yang perlu kita perhatikan.

Lirik kedua "tidak lupa menggosok gigi" mengingatkan kita bagaimana pentingnya menggosok gigi. Bahkan Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI) menyarankan untuk menggosok gigi sekurang-kurangnya dua kali sekali.

Hanya saja, untuk batita, kapankah waktu yang pas menggunakan pasta gigi? Sejak usia berapa anak bisa menggunakan pasta gigi khusus anak? Apa saja yang harus diperhatikan saat memilih pasta gigi yang benar?

Sederet pertanyaan tersebut bisa ditemukan jawabnya melalui pembahasan drg Nada Ismah, Sp. Ort., Staf Pengajar Departemen Ortodonti Paviliun Khusus FKG-Universitas Indonesia, berikut:

Merawat gigi sudah bisa Moms lakukan sejak si kecil belum tumbuh gigi. Caranya, ambil kain kasa secukupnya dan dililitkan di jari telunjuk. Kemudian celupkan ke dalam air hangat yang sudah disediakan di mangkuk.

Usap dengan perlahan di lidah -rentan tumbuh jamur akibat intake ASI- maupun dinding-dinding rongga mulut. Jangan gunakan kapas, selain licin dikhawatirkan ada sisa kapas yang tertinggal di lidah atau dinding rongga mulutnya.

Kapan Pasta Gigi Digunakan?

Saat gigi susu pertama tumbuh, ajarkan bagaimana cara menyikat gigi. Tentu, bukan si kecil yang melakukan, melainkan peran Anda sebagai ibu. Di sini, lebih diarahkan bagaimana si kecil membiasakan diri membersihkan giginya.

Pada saat yang bersamaan, Moms bisa kenalkan pasta gigi. Pasalnya, gigi selalu ditumbuhi oleh plak yang berasal dari liur, sisa-sisa makanan dan bakteri yang kemudian menimbulkan endapan. Jika jarang dibersihkan akan menggerogoti email gigi yang menyebabkan lubang gigi (karies) dan peradangan pada gusi.

Hindari Pasta Gigi Mengandung Fluor dan Abrasif

Prinsipnya, pasta gigi hanya memberikan kenyamanan saat menyikat gigi. Tanpa pasta gigi pun, gigi sudah bersih. Namun saat ini, pasta gigi mulai ada rasa, busa, termasuk kandungan fluor.

Sebaiknya, pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung bahan abrasif (bikin gigi menjadi keset) utamanya bagi anak yang masih bergigi susu -jaringan tengah gigi lebih besar dibandingkan emailnya. Bila terjadi abrasif dapat menimbulkan sensitivitas pada pulpa gigi.

Pasta gigi khusus bayi maupun anak biasanya menggunakan perasa dan pewarna yang bersifat aman- aman bila tertelan dan bebas gula. Namun, tetap perhatikan kadar fluor pada setiap kemasan pasta gigi untuk anak.

Tapi ingat Moms, kandungan fluor dalam pasta gigi tidak terlalu dibutuhkan untuk anak di bawah usia 3 tahun. Dikhawatirkan kandungan fluor dalam pasta gigi menjadi berlebihan. Di mana, kandungan kalsium maupun fluor yang terkandung dalam susu maupun makanan yang diasup si kecil masih tinggi.

Bila berlebihan bisa menyebabkan fluorosis -gangguan pada permukaan gigi seperti bercak-bercak putih. Para dokter gigi menyarankan, pasta gigi tersebut digunakan setelah anak berusia 6 tahun dan dalam pengawasan serta kadar fluor yang rendah.
(Mom& Kiddie//nsa)

0 komentar:

Posting Komentar